Tuesday, December 16, 2014
Thursday, December 11, 2014
Spesifikasi keyboard Mini Keyboard MSK - 1000A
Kebetulan saya lewat di pertokoan komputer yang terkenal di daerah orang, bukan daerah saya. Awalnya tidak ingin masuk ke pertokoan karena tidak ada rencana untuk membeli atau melihat-lihat alat-alat komputer, saya memang hobi melihat alat-alat komputer. Untuk mengetahui kalau ada barang unik, biasanya kalau ada barang unik dan harganya terjangkau saya akan langsung membelinya. Kebetulan waktu melintas di depan pertokoan tersebut saya ingat bahwa saya ada rencana untuk membeli keyboard untuk keperluan maen game dan mengetik, saya berpikir apakah mau beli sekarang atau lain kali saja, mengingat harga BBM sudah naik, daripada buang-buang bensin dan mumpung lewat saya akhirnya langsung masuk ke pertokoan. Baru pertama masuk sudah banyak orang yang nanya "Mau nyari apa Pak..... mukaku uda tua rupanya hehehehe", tapi ada juga yang panggil "Dek... terasa masih muda hehehehe". Akhirnya saya masuk ke toko yang panggil saya Dek tadi, disana ditanya lagi, "mau cari apa Dek?" saya jawab "Mau cari keyboard" trus penjualnya nannya lagi "yang biasa atau yang bagusan?" karena saya mencari keyboard yang Tutsnya (tombol) tinggi tutsnya agak pendek biar mudah untuk mengetik, tidak memakan banyak tenaga saya jawab "yang bagusan". Karena saya tau yang biasa itu tutsnya tinggi-tinggi seperti sandal high hill (entah tulisannya gini atau bukan). Ok, setelah saya jawab mau nyari yang bagusan, kemudian si penjual mengambilkan keyboard yang mini dan berkata "yang bagusan cuma ada yang mini, untuk yang gede kita tidak". Saya bertanya "boleh dibuka?" dan penjualpun membolehkannya. Setelah saya lihat ternyata tombol keyboardnya sesuai dengan harapan (tutsnya tidak tinggi). Waaawww bagus nih keyboard (perasaan dalam hati), sayapun tertarik dengan keyboardnya. "Berapa harganya?" tanya saya, dijawab oleh penjual "rp (tanpa rp) 700000", "bisa 50?" coba nawar spa tau dikasi, "65 pasnya" kata penjual, "ya dehh saya ambil" karena sudah tertarik sama keyboardnya dan sudah sesuai dengan yang diinginkan akhirnya disetujui aja, males keliling pertokoan untuk m=nyari yang lebih murah (bisa-bisa capek keliling dan keyboard tidak dapat). Dan itulah keyboard Mini Keyboard MSK - 10000A.
Berikut spesifikasinya
- Kelihattannya produk dari : Murago
- Key life : > 10000000 time (menit)
- Compatibility : Microsoft Windows 98/2000ME/XP/2003/7/VISTA/8/10 (saya pake di windows 10), Mac
- Easy to install (mudah installasi)
- Multimedia keys (tombol multimedia, murah tapi banyak tombol fungsi)
- Ergonomic design (yang ini kurang setuju saya)
- Palmest included
- USB+PS/2 connector (usb ada, tapi kok gak dapet konektor ps/2 ya? gak apa, kalo dapet juga gak dipake)
- Static resistant magnetic, field distrub resistant
- Silent switch felling, feel comportable (kalau tombolnya tidak tinggi, pasti nyaman saat menggunakannya, speed 200mph saat ngetik)
Cara penggunaan
- Keluarkan keyboard dari packaging
- Masukkan kabel USB/PS2 ke lubang USB/PS2 komputer
- Keyboard siap digunakan
Kalau ada yang tidak mau, pasti itu masalah pada usb atau ps2 driver, seperti yang saya alami, di windows 10 yang saya gunakan pertama kali memasukkan usb keyboard ke laptop, keyboard tidak berfungsi, setelah saya cek di deivce manager ternyata usb open host controller saya tidak terdeteksi oleh windows 10. Solusinya saya uninstall terlebih dahulu driver tersebut kemudian saya klik scan for hardware changes, taraaaaa keyboardnya berhasil dibaca oleh windows, ada suara kayak baterai ultraman mau habis, tuling 10x......
Wednesday, December 10, 2014
Perbandingan Penggunaan Premium atau Pertamax
Mesin modern memiliki beberapa variasi yaitu normal compression & high compression. Jenis ini di kategorikan berdasarkan jarak terdekat piston dan bagian atas silinder dengan langkah piston menuju titik mati bawah. Contoh motor kompresi normal, revo, blade, jupter z dll sedangkan motor kompresi tinggi adalah vixion, satria S dll. Motor kompresi tinggi memiliki rasio langkah piston 1 : 12,6.
1. Motor biasa (kompresi normal).
Jika diisi premium : Karakteristik premium yang mudah terbakar dan kompresi yang rendah membuat mesin motor berjalan baik. Pembakaran akan berjalan baik dengan busi. Karena pada motor biasa, tekanan piston tidak terlalu tinggi dan premium juga tidak mudah meledak dengan tekanan piston tersebut.
Jika diisi pertamax : Tekanan piston yang rendah dan karakteristik pertamax yang sulit terbakar membuat pembakaran yang ada tidak sempurna. Alhasil, akan menimbulkan flek di ruang silinder.
2. Kompresi Tinggi.Jika diisi premium : Tekanan piston yang tinggi dan karakteristik premium yang relatif mudah terbakar. Akan mengakibatkan premium meledak tidak pada waktunya. Dalam artian, premium tidak diledakkan oleh busi. Tapi, oleh tekanan yang tinggi dari piston tersebut. Akibatnya akan terjadi detonasi. Mesin mengalami knocking (ngelitik) bahkan silinder bisa retak.
Jika diisi pertamax : Tekanan piston yang tinggi dan karakteristik pertamax yang relatif sukar terbakar membuat pembakaran berjalan semestinya. Busi akan dengan sesuai meledakkan campuran bahan bakar,
Monday, December 8, 2014
Perbedaan LTE Dan 2G, 3G & HSPA+
Apakah itu LTE?
LTE atau Long Term Evolution adalah evolusi teknologi dari teknologi 3G/WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) yang dikembangkan oleh 3rd Generation Partnership Project (3GPP). LTE merupakan jaringan berbasis IP dan memiliki spectral efisiensi yang lebih baik dari teknologi HSPA. Dengan adanya LTE, maka operator dapat memberikan layanan data (broadband) yang lebih cepat, kapasitas yang jauh lebih besar (~1.7x) dan menurunkan cost/bit. Sehingga pembangunan mobile broadband di Indonesia dapat lebih merata dan tersebar sampai kepelosok.
Berikut perbedaan LTE dan 2G, 3G & HSPA+
LTE atau Long Term Evolution adalah evolusi teknologi dari teknologi 3G/WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) yang dikembangkan oleh 3rd Generation Partnership Project (3GPP). LTE merupakan jaringan berbasis IP dan memiliki spectral efisiensi yang lebih baik dari teknologi HSPA. Dengan adanya LTE, maka operator dapat memberikan layanan data (broadband) yang lebih cepat, kapasitas yang jauh lebih besar (~1.7x) dan menurunkan cost/bit. Sehingga pembangunan mobile broadband di Indonesia dapat lebih merata dan tersebar sampai kepelosok.
Berikut perbedaan LTE dan 2G, 3G & HSPA+
Berapa Kecepatan Download 4G LTE Maksimum?
Waw kecepatan yang fantastis, bisa download semua file di internet dengan cepat. Semoga LTE cepat diterapkan di Indonesia.
Sunday, July 27, 2014
Cara mengatasi smartphone yang terendam air
Bagi sebagian besar pengguna smartphone, ketakutan yang hingga kini menghantui adalah saat benda kesayangan Anda itu tercebur atau terendam air.
Sebenarnya, ada tips-tips khusus yang harus Anda lakukan untuk mengatasi smartphone yang terendam air. Bahkan cara-cara ini dipercaya akan mengurangi resiko kerusakan pada gadget Anda.
Lantas, bagaimana cara untuk menyelamatkan smartphone yang terkena air? Simak ulasannya berikut ini:
- Segera ambil smartphone dari dalam air
Secepat mungkin Anda harus mengeluarkan smartphone yang tercebur ke dalam air. Setiap detik akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup gadget Anda. Untuk itu, usahakan Anda harus sesegera mungkin menarik keluar saat handset tercebur ke dalam air. - Jangan nyalakan ponsel Anda
Setelah diangkat dari air, Anda harus mematikan smartphone Anda untuk menghindari korsleting atau hubungan arus pendek listrik yang justru akan membuat ponsel Anda mati. Setelah mematikan, jangan langsung dinyalakan. Hal ini juga akan memicu kerusakan pada arus listrik. - Keringkan secepatnya
Keringkan bagian luar smartphone dengan handuk atau kain yang dapat menyerap air dengan baik. Kemudian baru lepas casing dan baterai. Selanjutnya Anda harus mengeringkan atau membersihkan air yang sempat masuk ke dalam ponsel Anda.
Usahakan Anda harus membersihkannya dengan seksama dengan meneliti di sudut-sudut kecil bagian dalam ponsel. Biasanya, air masih tetap tersisa dan menggenang di area tersebut. - Gunakan penyedot debu
Alat ini sangat disarankan untuk menarik air dari bagian sudut yang sulit dijangkau dengan kain lap dan handuk.? Akan tetapi, yang harus diingat adalah Anda jangan sampai menempelkan penyedot debu ke arah ponsel. Sebab alat tersebut memiliki aliran listrik statis yang justru lebih berbahaya dari air yang masuk ke dalam ponsel. - Jangan gunakan hair dryer
Untuk alat ini sangat tidak disarankan. Sebab alat tersebut bersifat meniupkan angin, sehingga nantinya air yang ada pada ponsel Anda bukannya kering namun justru didorong masuk lebih dalam oleh angin yang dihasilkan.
Meskipun disetting dengan posisi 'dingin', tetap saja hal tersebut akan membuat kelembapan pada bagian dalam smartphone Anda semakin tinggi. Ujung-ujungnya akan dapat memperburuk keadaan. - Rendam dalam beras
Beras adalah bahan yang paling efektif menyerap air. Setelah Anda memastikan telah mengeringkan ponsel Anda dari air, segera tenggelamkan smartphone ke dalam beras. Setidaknya hingga semalam atau lebih lama pun sangat disarankan.
Hal tersebut dimaksudkan untuk menyerap air yang mungkin masih tersisa di area yang lebih dalam lagi, misalkan di bagian komponen tertentu. - Bersihkan ulang smartphone Anda
Setelah sekitar semalam Anda menenggelamkan smartphone dalam beras, angkat dan bersihkan dengan handuk. Sangat disarankan untuk kembali menggunakan vacum cleaner untuk menyedot debu atau serpihan dari beras yang menempel pada smartphone. - Nyalakan smartphone
Periksa dulu sebelum menyalakan ponsel. Pastikan benar-benar kering dan bersih dari debu maupun air. Kemudian mulai nyalakan ponsel untuk melihat hasil usaha Anda menerapkan langkah-langkah sebelumnya.
Apabila sudah menyala, coba untuk menggunakan beberapa fitur. Hal ini untuk sekadar mengetahui apakah ada kerusakan. Coba untuk memencet semua tombol (apabila itu smartphone QWERTY), atau mengoperasikan layar touchscreen.
Jika belum menyala, mungkin Anda harus menghubungkannya dengan charger. Sebab beberapa ponsel dengan kasus serupa baru bisa menyala saat di hubungkan dengan kabel charge. - Bawa ke tukang servis langganan Anda
Ini adalah solusi terakhir yang Anda lakukan jika semua proses sudah Anda lakukan dan tidak menghasilkan apa-apa. Yang perlu diingat adalah Anda tidak diperkenankan untuk membongkar mesin ponsel Anda tanpa didampingi oleh orang yang sudah profesional. Karena bisa saja itu bukan membantu namun semakin memperburuk keadaan.
Itulah beberapa langkah untuk mengatasi smartphone Anda yang terkena air. Semoga bermanfaat!
Download artikel ini dalam bentuk
Friday, June 20, 2014
Desa Penglipuran
Desa Penglipuran berada diketinggian 700 meter di atas permukaan laut, terletak di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Desa Penglipuran merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang ada di Bali.
Desa Penglipuran memiliki ciri khas tersendiri denganbentuk arsitektur bangunan rumah tradisional yang serupa dan tersusun rapimulai dari ujung utama desa sampai bagian hilir desa. Posisi daerah utama letaknya lebih tinggi dan semakin menurun sampai kedaerah hilir. Pintu gerbang khas Bali (angkul-angkul) yang merupakan akses menuju rumah penduduk yang berada setiap pekarangan terlihat seragam, saling berhadapan dan dipisahkan dengan jalan utama desa menambah keteraturan letak bangunan Desa Penglipuran. Penataan fisik dan struktur desa ini tidak terlepas dari budaya masyarakatnya yang sudah diwariskan secara turun temurun dan tetap menganut falsafah Tri Hita Karana. Sebuah falsafah dalam agama Hindu yang selalu menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan dan manusia dengan Tuhan.
Desa Penglipuran saat ini semakin populer sebagai alternatif tujuan wisata konvensional. Banyak wisatawan lokal dan mancanegara datang kesini untuk melihat dan menikmati suasana desa yang masih asri, baik dari kalangan biasa, ilmuwan maupun mahasiswa yang tertarik untuk melakukan penelitian di Desa ini.
Awal mula keberadaan Desa Penglipuran sudah ada sejak dahulu, konon pada zaman Kerajaan Bangli. Para leluhur penduduk desa ini datang dari Desa Bayung Gede dan menetap sampai sekarang, sementara nama “Penglipuran” sendiri berasal dari kata Pengeling Pura yang mempunyai makna tempat suci untuk mengenang para leluhur.
Masyarakat Desa Penglipuran mayoritas penduduknya adalah sebagai petani. Desa ini mendapatkan penghargaan Kalpataru dan ditetapkan sebagai desa wisata oleh pemerintah daerah pada tahun 1995.
Jarak tempuh kelokasi kira-kira 120 menit dari Bandara Ngurah Rai dan lebih kurang 60 menit perjalanan dari Denpasar bila menggunakan kendaraan bermotor.
Untuk menunjang kepariwisataan terdapat fasilitas parkir yang cukup luas di samping Desa Penglipuran.
Bali menyimpan sejuta pesona mulai dari keadaan alam, adat istiadat sampai budaya, bila anda berkunjung ke Bali dan ingin menikmati suasana Desa yang masih asri dan tetap memegang tradisi datanglah ke Desa Penglipuran ini.
Mungkin tidak semua orang yang mengenal Pulau Bali sebagai salah satu tujuan wisata akan mengira Bali memiliki sebuah objek wisata yang berbeda seperti objek agrowisata hutan bambu di Desa Penglipuran, Bangli. Bagi wisatawan yang acap kali menikmati keindahan panorama Pulau Bali, akan mendapatkan pengalaman dalam nuansa yang berbeda jika anda merencanakan tour ke Bali dan singgah ke hutan bambu Penglipuran ini. Desa Pengelipuran selain memiliki daya pesona budaya yakni keunikan rumah warganya, juga memiliki daya tarik wisata yakni hamparan hutan bambu yang luasnya mencapai lebih dari 75 hektar. Hutan ini selain dimiliki warga desa adat juga menjadi salah satu objek wisata yang acapkali dikunjungi wisatawan baik yang ingin menyaksikan berbagai jenis bambu, maupun mereka yang hanya ingin sekedar menikmati suasana di tengah hutan bambu.
Sebagai salah satu objek wisata yang memiliki prospek, Pemkab Bangli sejak awal mengembangkan Desa Penglipuran sebagai desa wisata dengan cara membangun sarana pendukung di sekitar hutan bambu ini. Meski kini keberadaannya perlu ditingkatkan, namun paling tidak wisatawan yang ingin berkunjung ke hutan bambu telah bisa melewati jalan setapak yang beraspal. Maklum areal hutan bambu ini merupakan areal jalan desa yang menghubungkan Penglipuran dengan desa-desa tetangganya. “Selain itu ruas jalan ini juga sengaja dibuat untuk mempermudah akses warga yang ingin panen bambu,” ucap Santika, salah seorang warga Desa Penglipuran.
Suasana sunyi di tengah hutan, selain akan memberikan suasana tersendiri bagi wisatawan, juga akan makin mendekatkan wisatawan akan keindahan alam yang ada di hutan bambu Desa Penglipuran. Usai menikmati keindahan hutan bambu, wisatawan juga bisa menyaksikan perkebunan penduduk serta aktivitas pembuatan aneka bentuk anyaman bambu yang dikerjakan oleh warga Penglipuran. Kondisi ini tentunya akan menambah pengalaman wisatawan.Pesona dan nuansa hutan bambu Penglipuran akan memberikan pengalaman dari sisi yang sangat berbeda untuk anda nikmati.
Sumber :
http://www.wisatadewata.com/article/wisata/desa-penglipuran
http://jagatbali.com/in/attractive-places/hutan-bambu-penglipuran-bangli.html
Gambar :
Sendiri
Pura Kehen
Siapa yang ingin atau berencana untuk pergi ke tempat wisata Penglipuran di Bangli? Jika Anda termasuk yang telah merencanakan untuk berwisata ke Penglipuran, Anda juga bisa melihat tempat wisata Pura Kehen. Letaknya tidak jauh dari Desa Penglipuran. Pura Kehen merupakan salah satu tempat wisata favorit bagi wisatawan asing, banyak turis-turis yang menanyakan dimana tempat Pura Kehen, bagaimana caranya untuk kesana. Saya sendiri sudah pernah kesana, setelah ke Desa Penglipuran saya langsung menuju Pura Kehen. Berikut penjelasan Pura Kehen yang saya ambil dari http://sekalaniskala.wordpress.com
Pura Kehen yang terletak di Desa Cempaga, Bangli, memiliki banyak keunikan. Selain letaknya yang strategis, pada pintu masuk pura tidak
menggunakan Candi Bentar seperti pada Pura Kahyangan Jagat umumnya. Pintu masuk Pura Kehen memang agak berbeda, yakni menggunakan Candi Kurung. Di samping itu, keberadaan Bale Kulkul pada batang pohon Beringin turut memberi warna lain bagi Pura Kehen yang menjadi salah satu objek pariwisata unggulan Kota Bangli.
Meski telah ditemukan tiga prasasti tentang Pura Kehen, namun belum dapat dipastikan kapan sejatinya pura tersebut didirikan, dan apa yang menjadi asal-usul nama Kehen itu sendiri. Berdasarkan prasasti ketiga yang berangka tahun 1204 Masehi disebutkan beberapa pura yang mempunyai hubungan kesatuan meliputi Pura Hyang Hatu, Hyang Kedaton, Hyang Daha Bangli, Hyang Pande, Hyang Wukir, Hyang Tegal, Hyang Waringin, Hyang Pahumbukan, Hyang Buhitan, Hyang Peken Lor, Hyang Peken Kidul dan Hyang Kehen.
Kehen sendiri diperkirakan berasal dari kata keren (tempat api), bila dihubungkan dengan prasasti pertama yang berbahasa Sansekerta– namun tidak berangka tahun—di mana di dalamnya menyebutkan kata-kata Hyang Api, Hyang Karinama, Hyang Tanda serta nama-nama biksu.
Jro Pasek Pura Kehen sebagai salah satu Dangka di Pura Kehen mengaku belum begitu banyak mengetahui terkait sejarah Pura Kehen, terlebih Jro Pasek yang masih berusia 23 tahun ini baru satu setengah tahun menjadi Jero Mangku di Pura Kehen. Meski belum mengetahui terkait sejarah Pura Kehen, namun keunikan atau kejadian mistis yang pernah terjadi di Kehen pernah didengarnya dari cerita orangtua. Seperti halnya munculnya ula (ular) duwe pada tahun 1960 pagi, saat itu masyarakat setempat yang baru saja selesai menyapu di jaba pura menyaksikan secara langsung munculnya ular duwe tersebut.
Selain itu, masyarakat setempat sangat percaya jika patahnya pohon beringin yang terdapat di pura sebagai pertanda grubug (musibah). Hal tersebut disimpulkan dari kejadian-kejadian yang pernah terjadi secara turun temurun.
Tidak hanya itu, letak bagian yang patah juga diyakini sebagai pertanda musibah tersebut akan melanda orang tertentu. Misalnya pada saat raja Bangli meninggal dunia, dahan pohon beringin yang letaknya di Kaja Kangin (Utara-Timur) patah. Kemudian jika ada pendeta yang meninggal, maka dahan pohon beringin sebelah Kaja Kauh (Barat Daya) patah. Sedangkan jika bagian yang patah letaknya Kelod Kangin (Timur Lau) dan Kelod Kauh (Tenggara) maka diyakini akan ada musibah yang menimpa masyarakat.
Terkait upacara, karya di Pura Kehen Bangli berlangsung setiap enam bulan sekali tepatnya pada Hari Raya Pagerwesi yakni setiap Buda Kliwon Wuku Sinta. Namun, upacara besarnya yaitu Ngusaba Dewa atau biasa disebut Karya Agung Bhatara Turun Kabeh berlangsung setiap tiga tahun sekali, tepatnya Purnama Kalima, Saniscara Pon Wuku Sinta. Selain itu, upacara kecil seperti Saraswati, Ulian Sugimanik, Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon serta Buda Kliwon juga dilangsungkan di Pura Kehen.
Sebagai Pura Kahyangan Jagat, setiap upacara yang dilaksanakan di Pura Kehen, desa yang tergabung dalam Gebog (tatanan masyarakat) Domas (800) dan Bebanuan Pura Kehen memiliki peran masing-masing, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. Dalam hal wewangunan misalnya, Banjar Kawan bertanggung jawab untuk membangun warung matanding, Banjar Tegal membuat Penyawang, Sanggar Tawang Tutuan, Bale Gading dan Bale Timbang. Banjar Pekuwon membangun warung pamuspaan, Banjar Pule membangun warung ilen-ilen, Banjar Blungbang membangun warung mejahitan. Untuk Banjar Gunaksa dan Sidembunut bertugas membangun linggih bhatara Perampean, Banjar Kubu membangun linggih bhatara Melasti, tutuan, panggungan dan pawedaan. Banjar Geria membangun sanggar agung peselang, sanggar agung pemalik sumpahan. Banjar Bebalang membangung Bale Perayungan dan Banjar Nyalian membangun warung peratengan.
Pembagian tugas tersebut dilakukan berdasarkan dresta dan sukat yang telah dilaksankan dari tahun-ketahun dan tidak akan pernah diubah atau ditukar-tukar. Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tugas masing-masing, juga memunculkan semangat kebersamaan dan saling memiliki terhadap karya yang berlangsung di Pura Kehen.
Pemangku di Pura Kehen berjumlah 33 orang yang terbagi atas dua golongan, yakni Dangka dan Pemaksan. Dangka terdiri dari 16 orang pemangku yang bertugas sebagai pangempon khusus perampean atau pelinggih-pelinggih di jeroan. Sedangkan Pemaksan yang terdiri dari 17 orang bertugas sebagai pembantu Dangka.
Sumber : http://sekalaniskala.wordpress.com
menggunakan Candi Bentar seperti pada Pura Kahyangan Jagat umumnya. Pintu masuk Pura Kehen memang agak berbeda, yakni menggunakan Candi Kurung. Di samping itu, keberadaan Bale Kulkul pada batang pohon Beringin turut memberi warna lain bagi Pura Kehen yang menjadi salah satu objek pariwisata unggulan Kota Bangli.
Meski telah ditemukan tiga prasasti tentang Pura Kehen, namun belum dapat dipastikan kapan sejatinya pura tersebut didirikan, dan apa yang menjadi asal-usul nama Kehen itu sendiri. Berdasarkan prasasti ketiga yang berangka tahun 1204 Masehi disebutkan beberapa pura yang mempunyai hubungan kesatuan meliputi Pura Hyang Hatu, Hyang Kedaton, Hyang Daha Bangli, Hyang Pande, Hyang Wukir, Hyang Tegal, Hyang Waringin, Hyang Pahumbukan, Hyang Buhitan, Hyang Peken Lor, Hyang Peken Kidul dan Hyang Kehen.
Kehen sendiri diperkirakan berasal dari kata keren (tempat api), bila dihubungkan dengan prasasti pertama yang berbahasa Sansekerta– namun tidak berangka tahun—di mana di dalamnya menyebutkan kata-kata Hyang Api, Hyang Karinama, Hyang Tanda serta nama-nama biksu.
Jro Pasek Pura Kehen sebagai salah satu Dangka di Pura Kehen mengaku belum begitu banyak mengetahui terkait sejarah Pura Kehen, terlebih Jro Pasek yang masih berusia 23 tahun ini baru satu setengah tahun menjadi Jero Mangku di Pura Kehen. Meski belum mengetahui terkait sejarah Pura Kehen, namun keunikan atau kejadian mistis yang pernah terjadi di Kehen pernah didengarnya dari cerita orangtua. Seperti halnya munculnya ula (ular) duwe pada tahun 1960 pagi, saat itu masyarakat setempat yang baru saja selesai menyapu di jaba pura menyaksikan secara langsung munculnya ular duwe tersebut.
Selain itu, masyarakat setempat sangat percaya jika patahnya pohon beringin yang terdapat di pura sebagai pertanda grubug (musibah). Hal tersebut disimpulkan dari kejadian-kejadian yang pernah terjadi secara turun temurun.
Tidak hanya itu, letak bagian yang patah juga diyakini sebagai pertanda musibah tersebut akan melanda orang tertentu. Misalnya pada saat raja Bangli meninggal dunia, dahan pohon beringin yang letaknya di Kaja Kangin (Utara-Timur) patah. Kemudian jika ada pendeta yang meninggal, maka dahan pohon beringin sebelah Kaja Kauh (Barat Daya) patah. Sedangkan jika bagian yang patah letaknya Kelod Kangin (Timur Lau) dan Kelod Kauh (Tenggara) maka diyakini akan ada musibah yang menimpa masyarakat.
Terkait upacara, karya di Pura Kehen Bangli berlangsung setiap enam bulan sekali tepatnya pada Hari Raya Pagerwesi yakni setiap Buda Kliwon Wuku Sinta. Namun, upacara besarnya yaitu Ngusaba Dewa atau biasa disebut Karya Agung Bhatara Turun Kabeh berlangsung setiap tiga tahun sekali, tepatnya Purnama Kalima, Saniscara Pon Wuku Sinta. Selain itu, upacara kecil seperti Saraswati, Ulian Sugimanik, Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon serta Buda Kliwon juga dilangsungkan di Pura Kehen.
Sebagai Pura Kahyangan Jagat, setiap upacara yang dilaksanakan di Pura Kehen, desa yang tergabung dalam Gebog (tatanan masyarakat) Domas (800) dan Bebanuan Pura Kehen memiliki peran masing-masing, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. Dalam hal wewangunan misalnya, Banjar Kawan bertanggung jawab untuk membangun warung matanding, Banjar Tegal membuat Penyawang, Sanggar Tawang Tutuan, Bale Gading dan Bale Timbang. Banjar Pekuwon membangun warung pamuspaan, Banjar Pule membangun warung ilen-ilen, Banjar Blungbang membangun warung mejahitan. Untuk Banjar Gunaksa dan Sidembunut bertugas membangun linggih bhatara Perampean, Banjar Kubu membangun linggih bhatara Melasti, tutuan, panggungan dan pawedaan. Banjar Geria membangun sanggar agung peselang, sanggar agung pemalik sumpahan. Banjar Bebalang membangung Bale Perayungan dan Banjar Nyalian membangun warung peratengan.
Pembagian tugas tersebut dilakukan berdasarkan dresta dan sukat yang telah dilaksankan dari tahun-ketahun dan tidak akan pernah diubah atau ditukar-tukar. Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tugas masing-masing, juga memunculkan semangat kebersamaan dan saling memiliki terhadap karya yang berlangsung di Pura Kehen.
Pemangku di Pura Kehen berjumlah 33 orang yang terbagi atas dua golongan, yakni Dangka dan Pemaksan. Dangka terdiri dari 16 orang pemangku yang bertugas sebagai pangempon khusus perampean atau pelinggih-pelinggih di jeroan. Sedangkan Pemaksan yang terdiri dari 17 orang bertugas sebagai pembantu Dangka.
Sumber : http://sekalaniskala.wordpress.com
Subscribe to:
Posts (Atom)












